Illahi… Engkau saja yang tahu siapa yang akan menjadi penghuni syurga dan siapa pula yang akan menjadi penghuni neraka.. Yang manakah aku yaa Robb..? Yaa Allah..! Jadikanlah aku penduduk syurga dan jangan jadikan aku penghuni nerakamu..!
Senin, 06 Juni 2011
TERUSLAH BERDZIKIR SAMPAI JADI MAYAT
Saudara seiman seaqidah...
Mengapa harus terus menerus berdzikir...?
Karena umur kita terus bertambah usia berkurang.....Semakin lama..tiap jam.. tiap menit..tiap detik..kita semakin mendekati KEMATIAN...
Dan sesungguhnya hamba-hamba yang beriman sangat menantikan husnul khotimah...
BAGI ORANG BERIMAN..TAK PEDULI DIMANA DIA MATI....TAPI DIA PEDULI BAGAIMANA CARA DIA MATI...
Rasulullah SAW bersabda....
"Barang siapa yang di akhir hayatnya melafazkan dzikir ..'laa ilaaha illallah'.. maka dia akan masuk surga."..
Apakah mulut ini Yang kelak mendesah penuh kerinduan...
Mengucap LAA ILAAHA ILLALLAAH saat malaikat maut menjemput...? Atau menjadi MULUT YANG MENGANGA DENGAN LIDAH MENJULUR...
Sungguh bahagia mereka yang selalu berdzikir kepada Allah...Inilah yang disebut ibadah hitungan detik....
ada ibadah tahunan misalnya ..shalat Idul Fitri..shaum Ramadhan...
Ada pula ibadah bulanan..antara lain..shaum sunnah ayyamul biidh...
Ada lagi ibadah mingguan..misalnya Shalat Jum'at....
Ada pula ibadah harian..antara lain sholat fardhu lima waktu...
isya..subuh..dzuhur..ashar...hingga maghrib...
dan ibadah setiap detik..setiap kesempatan..di mana pun..kapan pun..dalam posisi apa pun..yaitu dzikir kepada Allah swt... Dengan demikian hubungan kita kepada Allah swt tetap terjaga....
hingga di saat puncaknya goncangan hidup yang lebih dahsyat dari tsunami.. lebih dahsyat dari badai Katrine..dimana semua orang pasti akan mengalaminya.. yaitu SAKRATUL MAUT.. Dia tetap tenang..karena hatinya selalu berdzikir kepada Allah...
Lalu Allah memanggilnya seperti dalam surat Al Fajar...
"Hai jiwa yang tenang....Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya...Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku...masuklah ke dalam syurga-Ku." (QS. Al Fajr: 27-30)
Dan siapa pun yang merindukan meninggal dalam keadaan baik..maka ia harus selalu berdzikir....Itulah husnul khotimah...(dari Hudzaifah.org)
Dengan berdzikir dan banyak mengingat AllahInsya Allah akan menjadikan hati kita menjadi tenang..
****
Jika ingin mati dalam keadaan baik...sering seringlah berbuat kebaikan...
Jika ingin mati dalam keadaan berpuasa..sering seringlah berpuasa...
Jika ingin mati dalam keadaan mengucap Lailahailallah..sering seringlah mengucap Lailahailallah.....
Semoga bermanfaat... Baca selengkapnya..
Sabtu, 04 Juni 2011
DARI SEORANG AYAH..
Aku tuliskan ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah
yang tahu....
Sebelum kulanjutkan..bacalah ini sebagai surat seorang laki-laki kepada seorang laki-laki..
surat seorang ayah kepada CALON seorang ayah...
Nak..menjadi ayah itu indah dan mulia...
Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu..belum hilang hingga saat ini...
Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta...
Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui...
Meskipun demikian..ketahuilah Nak..menjadi ayah itu berat dan sulit...
Tapi kuakui..betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku..aku seperti menemui keberadaanku..
makna keberadaanmu..dan makna tugas kebapakanku terhadapmu...
Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku BANGGAKAN di depan siapapun...Bahkan dihadapan Tuhan..ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya..hingga saat usia tua ku nanti...
Nak..saat pertama engkau hadir..kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu...
Sebagai bukti bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua...
Tapi seiring waktu..ketika engkau suatu kali telah mampu berkata "TIDAK"..
timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya...
Engkau bukan milikku atau milik ibumu Nak...
Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu...Engkau adalah milik Tuhan...
Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu...Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan....
Satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya...
Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu...
Melakukan segala sesuatu karena-Nya..bukan karena kau dan ibumu...
Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain..tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan...
Inilah usaha terberatku Nak..karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan...
Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan...Agar perjalananmu mendekati-Nya tak lagi terlalu sulit...
Nak..kalau nanti ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Tuhan..
aku berharap..aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan...
Aku akan bangga Nak..karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya...
Dari ayah yang selalu merindukanmu...
Baca selengkapnya..
Jumat, 03 Juni 2011
Betapa Ingin Saya Dicemburui
Sebagai suami..sangat ingin saya melihat istri cemburu...
Tapi ternyata keinginan ini tidak mudah...Berbagai godaan telah saya coba..tapi hasilnya nihil belaka...
Dengan melihat wanita lain secara diam-diam..barangkali akan lebih membuat panas hatinya...
Tapi hasilnya,,??? Karena saya beraksi diam-diam..dia juga cuma diam..dan akhirnya memang tidak terjadi apa-apa...Bahkan untuk membaca tanda apakah dia tahu apa yang saya lakukan pun sama sekali tak bisa...
Sebagai lelaki..saya terancam rendah diri...Saya membayangkan dengan rasa iri teman-teman lain..para suami yang sangat dicemaskan oleh istri-istri mereka...
Apakah gerangan salah saya..? Pekik saya dalam hati...Oo jangan-jangan karena istri saya pernah terprovokasi oleh gurauan teman karibnya.
kalau saya tidak pernah cemburu kepada dia..punya hak apa saya ini meminta dia mencemburui saya..? Jika saya begitu percaya kepada dia..kenapa tidak boleh dia mempercaya saya sepenuhnya..?
dari masalah saya ini ternyata berasal dari sebuah jebakan mental berpikir yang sekarang sedang ramai disebut sebagai bias jender itu...
Bahwa kebiasaan berpikir kita telah dibentuk oleh dua perspektif ekstrem..
lelaki dan perempuan...Dan dengan segenap kepatuhan..otak saya telah tunduk oleh perangkap berpikir khas laki-laki yang telah diajarkan secara turun-temurun ini...Bahwa lelakilah yang layak dicemburui.. karena selalu lelaki yang rawan godaan...
Pikiran laki-laki ini pula yang membuat saya jadi lupa..karena di mata saya ia sudah pasti setia...
Padahal siapa menjamin bahwa istri saya pasti setia dan saya pasti tergoda..? Sama sekali tidak ada.. Bagaimana jika terbalik bahwa sayalah yang setia dan istri sayalah yang tergoda...
Maka hari-hari ini..saya sedang belatih membayangkan seandainya istri saya jatuh cinta dengan lain lelaki...
Ketika bayangan ini membesar..saya lalu jadi gelisah...Rasa cemburu saya bangkit dengan sendirinya.. dan baru saya menyadari..ketika saya cemburu..dia tampak bahagia...
Sialan....!!! Baca selengkapnya..
Tapi ternyata keinginan ini tidak mudah...Berbagai godaan telah saya coba..tapi hasilnya nihil belaka...
Dengan melihat wanita lain secara diam-diam..barangkali akan lebih membuat panas hatinya...
Tapi hasilnya,,??? Karena saya beraksi diam-diam..dia juga cuma diam..dan akhirnya memang tidak terjadi apa-apa...Bahkan untuk membaca tanda apakah dia tahu apa yang saya lakukan pun sama sekali tak bisa...
Sebagai lelaki..saya terancam rendah diri...Saya membayangkan dengan rasa iri teman-teman lain..para suami yang sangat dicemaskan oleh istri-istri mereka...
Apakah gerangan salah saya..? Pekik saya dalam hati...Oo jangan-jangan karena istri saya pernah terprovokasi oleh gurauan teman karibnya.
kalau saya tidak pernah cemburu kepada dia..punya hak apa saya ini meminta dia mencemburui saya..? Jika saya begitu percaya kepada dia..kenapa tidak boleh dia mempercaya saya sepenuhnya..?
dari masalah saya ini ternyata berasal dari sebuah jebakan mental berpikir yang sekarang sedang ramai disebut sebagai bias jender itu...
Bahwa kebiasaan berpikir kita telah dibentuk oleh dua perspektif ekstrem..
lelaki dan perempuan...Dan dengan segenap kepatuhan..otak saya telah tunduk oleh perangkap berpikir khas laki-laki yang telah diajarkan secara turun-temurun ini...Bahwa lelakilah yang layak dicemburui.. karena selalu lelaki yang rawan godaan...
Pikiran laki-laki ini pula yang membuat saya jadi lupa..karena di mata saya ia sudah pasti setia...
Padahal siapa menjamin bahwa istri saya pasti setia dan saya pasti tergoda..? Sama sekali tidak ada.. Bagaimana jika terbalik bahwa sayalah yang setia dan istri sayalah yang tergoda...
Maka hari-hari ini..saya sedang belatih membayangkan seandainya istri saya jatuh cinta dengan lain lelaki...
Ketika bayangan ini membesar..saya lalu jadi gelisah...Rasa cemburu saya bangkit dengan sendirinya.. dan baru saya menyadari..ketika saya cemburu..dia tampak bahagia...
Sialan....!!! Baca selengkapnya..
Langganan:
Postingan (Atom)


